Ditulis oleh Aina Isnaini • 3 Mei 09:14
132 0
Berita

LKPP Dan Microsoft Sosialisasikan Program Microsoft e-Katalog Reseller



Jakarta – Menjamin akan kualitas produkpengadaan barang dan jasa yang ada di katalog elektronik, LKPP terus melakukan

upaya pengembangan maupun evaluasi, salah satunya dengan menggandeng Microsoft sebagai principal yang memberikan lisensi sistem operasi komputer dan perangkat lunak kepada komoditas perangkat komputer yang ditayangkan di Onlineshop.

Bersama tim pengelola katalog, yang di kepalai oleh Dwi Satriyanto, maka keduanya melakukan pantauan akan keaslian produk-produk yang ditayangkan oleh para penyedia di dalam katalog elektronik, dengan begitu kualitas barang akan terjaga hingga kepada para pengguna.

Melalui acara sosialisasi penyedia e-Katalog produk Microsoft yang digagas oleh Microsoft bersama LKPP, dibuka oleh Eril Pasaribu selaku Channel Business Development Manager Microsoft Indonesia, yang pada kesempatannya menyampaikan harapan dan poin penting dari kegiatan sosialisasi yang digelar pada 24 April lalu.

“Masalah share kompetisi secara price itu kami serahkan semua kepada para penyedia. Jadi, akan ada satu platform yang sangat reliable kedepannya, dan kita harapkan ini satu program yang bisa kita sepakati bersama-sama oleh kita semua. Sehingga nanti waktu berjalan kedepan, nanti semua akan diinformasikan ke LKPP, ke Pak Dwi dan tim. Kalau memang ada perbaikan-perbaikan yang kita pandang perlu berdasarkan masukan nanti dilapangan, kita tentu juga akan lakukan.”


Sebagai lembaga yang mengatur proses pengadaan barang dan jasa, LKPP menyambut positif atas dukungan Microsoft lewat sosialisasi ini.

“Bagi LKPP, penting hari ini, acara ini, supaya kepada teman-teman penyedia lebih patuh akan peraturan atau kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh principal,” ungkap Dwi.

Terlebih lagi LKPP memerlukan kontrol yang baik tidak hanya dari internal LKPP, akan tetapi para principal yang bisa ikut mengawasi proses pengadaan barang dan jasa yang berlangsung. Sehingga bersama-sama bisa menjamin akan kualitas terbaik dari produk-produk yang ditayangkan di Onlineshop.

“Dukungan bagi kami penting. Dukungan kalau dalam konteks regulasi pengadaan barang jasa ada garansi, Itu klo dalam konteks barang dan jasa. Salah satunya diterbitkan oleh principal atau pihak lain yang secara sah ditunjuk principal untuk memberikan layanan pengajuan tersebut, Penting!. Negara itu tidak ingin membeli barang dan jasa yang tidak jelas statusnya, yang rekondisi, atau yang lain sebagainya,” tegas Dwi di depan 50 peserta penyedia perangkat komputer.

Menurut Dwi Satrianto, etika para penyedia juga akan semakin diatur dengan lebih baik lagi melalui aturan main dan juga sanksi yang ditetapkan.

“Jadi begini Microsoft nanti akan mengenakan sanksi misalnya gitu, yang sangsinya tersebut akan ditembuskan ke LKPP. Kalau nanti suatu saat ada temen-temen penyedia tidak mau sangsi itu diteruskan ke LKPP, maka bagi kami penyedia tersebut mempunyai sesuatu yang tidak mumpuni,” tambah Dwi.

Ungkapan Eril juga di perkuat oleh Dwi Satrianto, yang menegaskan jika penyedia perangkat komputer di Onlineshop bisa berkompetisi dengan sehat dengan aturan main yang sudah ditetapkan oleh LKPP maupun Microsoft sebagai principal.

“Tentunya adalah melihat kepatuhan ibu bapak semuanya kepada Microsoft. Jadi nanti seperti yang diiklankan ada MPN (Microsoft Partnership Network) dan lain sebagainya, hanya teman-teman yang terikat kontrak apapun namanya dengan Microsoft yang dapat menayangkan produknya. Yang tidak terikat kontrak, tidak dapat menayangkan produk Microsoft. ini akan terjadi disemua produk (e-katalog)”.

Dengan pertemuan ini, Microsoft dan LKPP sekaligus mendorong para penyedia perangkat komputer untuk segera melakukan registrasi partnership dan sertifikasi kompetensi, sehingga para penyedia nantinya akan resmi terdaftar sebagai penyedia yang telah mengikuti e-katalog reseller program dari Microsoft. Dengan bukti resmi dari Microsoft, tentunya produk yang ditayangkan di katalog elektronik hanyalah produk yang resmi dan terjamin kualitasnya. (Ai)

Lihat juga : Sosialisasi Harmonisasi Kebijakan Zona Perdagangan Bebas Terhadap e-Katalog Dan e-Purchasing
Silakan login untuk menuliskan komentar.
Loading