Ditulis oleh Aditya Kurniawan • 29 May 03:08
inaproc 12022x dilihat
Aplikasi

e-Lelang Cepat Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017


Gresik – Aplikasi e-Lelang Cepat LKPP meraih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penyerahan penghargaan dilangsungkan di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2017) malam oleh Kemenpan RB Asman Abnur kepada Kepala LKPP Agus Prabowo.

E-lelang cepat adalah aplikasi yang dikembangkan oleh LKPP untuk mempercepat proses lelang elektronik dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dengan hanya 3-5 hari saja, lebih singkat dari sebelumnya yang memakan waktu hingga tiga minggu.

“E-lelang cepat adalah terobosan LKPP berupa inovasi people, process, technology untuk mempercepat dan mempermudah praktik pengadaan dan tetap menjaga akuntabilitasnya. “ ujar Kepala LKPP Agus Prabowo.

Lanjutnya, waktu lelang yang cepat akan mengoptimalkan penyerapan anggaran dan potensi pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga bulan April 2017 ini, sudah ada 72 Instansi yang menggunakan e – lelang cepat, dengan jumlah paket sebanyak 1.611 Paket, dengan jumlah HPS sebesar Rp. 4.9 triliun

E-lelang cepat didukung dengan data penyedia barang/jasa pemerintah yang tersimpan dalam aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) atau merupakan Vendor Management System (VMS) yang menjadi tempat para penyedia yang terkualifikasi memasukkan data-data perusahaan.

“Ide dasarnya itu ada satu mesin, diisi data penyedia yang dianggap qualified, sudah terjamin legalitasnya. Jadi terkumpul penyedia-penyedia yang siap setiap saat untuk lelang,” ujar Agus.

SIKaP memangkas tiga tahapan pada metode lelang biasa. Inilah yang membuat lelang cepat dapat dilakukan. Pada lelang biasa ada tahap evaluasi administrasi, evaluasi kualifikasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga. Dari empat tahap ini, yang dijalankan e-lelang cepat hanya satu saja. Tahap administrasi, kualifikasi, dan teknis sudah dikerjakan di dalam SIKAP.

Selanjutnya, Pokja mengundang penyedia yang sesuai kualifikasi. Langkah berikut yang perlu dilakukan penyedia ialah mengunggah dokumen penawaran yang berisi harga. Penyedia yang menawarkan harga paling rendah dan kualifikasinya cocok akan memenangkan lelang tersebut.

Dalam e-lelang cepat, penyedia bisa hanya duduk-duduk di rumah, tiba-tiba dipanggil dan mendapat kontrak kerja. Jadi penyedia cukup log in, memantau inbox atau dashboard, tiba-tiba undangan dari Pokja datang.

Agus menyatakan, dengan adanya e-lelang cepat dan SIKaP yang simpel dan cepat ini diharapkan semua penyedia dalam skala nasional tergerak untuk turut berkompetisi mengerjakan proyek-proyek pemerintah.

“Kontraktor banyak yang bagus dan hebat. Tapi mereka biasanya tidak mau kerja sama dengan pemerintah karena dianggap ribet. Jadi harapannya penyedia-penyedia yang selama ini enggan bekerja dengan pemerintah dan rajin bekerja dengan swasta bisa pindah ke sini,” tutur Agus.

Penerima Top 99 inovasi pelayanan publik 2017 terdiri dari 20 kementerian, 3 lembaga, 21 provinsi, 34 kabupaten, 15 kota, 2 BUMN, dan 4 BUMD. Kompetisi inovasi pelayanan publik ini merupakan agenda tahunan, yang diselenggarakan sejak tahun 2014. (fan)


Sumber : www.lkpp.go.id


Kategori

Populer

21106x dilihat
LKPP Resmi Keluarkan Format Standar Dokumen Pengadaan Terbaru
15665x dilihat
Melalui Training ISO 27001: 2013 LPSE Tingkatkan Kapasitas Manajerial Keamanan Informasi
15410x dilihat
Kemenpar Gelar Workshop Aplikasi SPSE V 4, E-Lelang Cepat, SIKaP dan e-Purchasing Versi 4
14010x dilihat
Rapat Implementasi SPSE 3 dan 4
13750x dilihat
Sosialisasi Perpres 54/2010 dan Perubahannya dalam Implementasi pada Aplikasi SPSE bagi Auditor

Terbaru

26 Mar 18:54
Pengumuman Peningkatan Keamanan Data Center LKPP
24 Mar 22:01
Pemeliharaan Aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) LKPP
22 Feb 13:45
Pemberitahuan Maintenance Server LPSE Kabupaten Humbang Hasundutan
18 Feb 15:34
Pemeliharaan Data Center LKPP
29 Jan 09:08
Gangguan jaringan dan permasalahan perangkat server LPSE Provinsi Sulawesi Barat diakibatkan bencana gempa di wilayah Kabupaten Mamuju